Mengapa aku selalu diam ketika kau bertanya alasanku mencintaimu? Karena jika beralasan, itu bukanlah cinta yang murni
Mengapa aku mencegahmu, tetapi tdk membiarkanmu pergi?
Itu hakmu, kamu pantas merasa bahagia, tp mungkin bukan aku orangnya
Mengapa aku selalu memaafkanmu? Karena aku yakin, selalu ada pembelajaran dari setiap kesalahan
Terima kasih untuk perjalanan dan pembelajarannya, banyak hal yng membuatku menjadi orang yang lebih baik, sayang kau tidak ada di sini saat aku menjadi lebih baik
Terima kasih atas asa yang sudah kita rajut bersama, mungkin suatu saat akan terbentuk lagi, aku akan setia menunggu dengan lugu
Jaga dirimu baik-baik, sampaikan salamku pada dia yang nanti akan menjagamu, aku yakin dia orang yang baik
Doaku tidak akan pernah putus untuk kebahagiaanmu, kesehatanmu, dan kebaikanmu, biarlah aku menyampaikan salam rinduku padamu dari kejauhan
Terima kasih untuk semua warna dan kehangatan yang kau berikan, maaf dan terima kasih..aku tidak bisa cukup menjadi orang yang baik untukmu
Surat untuk mantan calon pendamping hidup.
19 April 2013
Bagaimana rasanya ketika kita diberi sebuah amanat untuk bisa mempertahankan sekaligus menjaga seseorang?
Well, selain mungkin terbilang berat, tapi juga menantang, menantang untuk menguji seberapa besar dan seberapa kuat diri kita untuk bisa mempertahankan sesuatu yang memang sudah seharusnya diperjuangkan
Let see :)
Thanks, Abang..
Tak ada sore
Dan udara menjadi segar
Tak ada gelap
Lalu mata enggan menatapTak ada bintang mati
Butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar
Hanya remang malam
Semua telah hilang terserap matahariHarum mawar membunuh bulan
Rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Saat itu kau terbaring lemah, mungkin karena banyaknya pekerjaan dari kantor hingga tubuhmu terlalu capek untuk mengerjakan semuanya.
Pada hari itu, aku sudah berjanji akan membawa seseorang dan memperkenalkannya padamu. Dia adalah seorang wanita yang kini berada di hidupku. DIa yang membuatku merasa bahagia.
Aku masih ingat bagaimana kau tersenyum padanya ketika dia mengucapkan salam sambil menyambut tanganmu. Ah, andai aku sedang memegang kamera perekam yang super cepat, aku akan merekam semua momen itu.
Ibu berbicara dengannya, aku sangat merasa senang, terutama ketika ibu sedang memperhatikan kita berdua yang sedang berbicara kemudian ibu berkata “kalian ada miripnya, tapi sediki”, sedangkan kita berdua hanya bisa tertawa menahan malu
Ibu selalu memberiku sebuah amanat “Kalau kamu sayang dia, jagain dia, sayangin dia, saling mengerti, saling membantu ya”, kata-katanya masih terngiang sampai saat ini di telingaku
Kini kau selalu menanyakan kabarnya, entah kau ingin bertemu lagi dengannya atau mengapa aku tidak tahu. Nanti, aku janji, aku akan membawamu lagi untuk bertemu dengan Ibu :)